--> AS Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran Tanpa Batas, Buka Jalan Negosiasi Damai - Realita Kini

Donald Trump Menang Pilpres Amerika Serikat 2024 (Foto : BBC News)

Realitakini.com-- Jakarta 
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil langkah mengejutkan dengan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu, tepat menjelang berakhirnya masa kesepakatan sebelumnya. Kebijakan ini dinilai sebagai upaya strategis untuk menjaga momentum dialog damai yang tengah berlangsung di tengah ketegangan kedua negara.

Dalam keterangannya di media sosial, Trump menyebut keputusan tersebut tidak lepas dari peran Pakistan sebagai mediator yang aktif mendorong proses diplomasi. 

Ia mengaku menyetujui permintaan Islamabad agar Amerika Serikat menahan serangan terhadap Iran demi memberi kesempatan bagi kedua pihak merumuskan proposal perdamaian yang komprehensif.

“Saya telah menyetujui permintaan Pakistan untuk menahan serangan kami terhadap Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat menyusun proposal yang terpadu,” ujar Trump, Selasa (21/4/2026), seperti dikutip dari CNBC Indonesia.

Trump menambahkan, gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua pekan itu akan terus diperpanjang hingga Iran menyerahkan proposal resmi dan proses pembicaraan mencapai hasil akhir.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyampaikan apresiasi atas keputusan tersebut. Ia berharap kedua pihak dapat memanfaatkan momentum ini untuk mencapai kesepakatan damai yang komprehensif.

“Saya berharap kedua belah pihak akan terus mematuhi gencatan senjata dan mampu menyimpulkan kesepakatan perdamaian dalam putaran kedua pembicaraan di Islamabad,” ujar Sharif.

Keputusan ini menjadi perkembangan terbaru dalam konflik yang telah menelan ribuan korban jiwa dan mengguncang perekonomian global. Sikap Trump dinilai berubah, mengingat sebelumnya ia kerap melontarkan ancaman serangan terhadap infrastruktur sipil Iran.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres sebelumnya menegaskan bahwa hukum humaniter internasional melarang serangan terhadap target sipil.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran maupun Israel terkait perpanjangan gencatan senjata tersebut.

Trump juga mengungkapkan bahwa kondisi internal Iran menjadi salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Ia menilai situasi politik di negara tersebut tengah tidak stabil.

Meski demikian, Amerika Serikat tetap melanjutkan blokade laut terhadap wilayah pesisir Iran. Kebijakan ini sebelumnya menuai kecaman dari pihak Iran karena dianggap sebagai bentuk tindakan perang dan menjadi salah satu hambatan utama dalam proses negosiasi.

Menariknya, keputusan ini diambil tak lama setelah Trump sempat menyatakan bahwa militer AS dalam kondisi “siap tempur sepenuhnya” dan tidak cenderung memperpanjang gencatan senjata.

Dalam wawancara terpisah, Trump menyatakan optimisme bahwa posisi Amerika Serikat dalam perundingan sangat kuat dan pada akhirnya akan menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan.
“Kami akan mendapatkan kesepakatan yang hebat,” tegasnya. (*)

 
Top