--> Mahyeldi: Kepedulian Sosial Dan Gotong Royong Kunci Kebangkitan Masyarakat Pascabencana - Realita Kini

Realitakini.com-Kabupaten 
Solok Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan kepedulian sosial dan semangat gotong royong merupakan kekuatan utama dalam membantu masyarakat bangkit dari ben cana. Hal itu disampaikannya saat menghadiri penyembelihan hewan kurban Program Tebar Hewan Kurban (THK) 1447 Hijriah yang digelar Dompet Dhuafa di Jorong Subarang, Nagari Paninggahan, Kabupaten Solok, Sabtu (30/5/2026).

Sebanyak 45 ekor sapi disalurkan bagi masyarakat di berbagai wilayah Sumbar dalam program tersebut, termasuk lima ekor sapi yang diperuntukkan bagi warga terdampak bencana di lima nagari di Kabupaten Solok.

Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi kepada Dompet Dhuafa yang dinilainya konsisten menghadir kan program kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Dompet Dhuafa. Kurban bukan hanya ibadah , tetapi juga wujud kepedulian sosial yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, program kurban tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat hingga ke pelosok daerah. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak menjadikan momentum Iduladha sebagai sarana memperkuat solidaritas dan rasa persaudaraan.

“Kehadiran program seperti ini menjadi bukti bahwa masyarakat Sumatera Barat memiliki kepedulian yang tinggi. Semoga manfaatnya dirasakan secara merata dan menjadi penyemangat bagi warga yang sedang berjuang bangkit dari dampak bencana,” katanya.

Usai menghadiri penyembelihan hewan kurban, Mahyeldi meninjau pembangunan kembali Masjid Jami’ Jabal Nur di Dusun Batua Cancang yang sebelumnya rusak akibat terdampak bencana hidrome teorologi pada akhir tahun lalu. Pembangunan masjid tersebut dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk Nahdlatul Ulama dan Pemerintah Provinsi Sumbar.

“Masjid ini menjadi simbol kebangkitan masyarakat pascabencana. Kita berharap keberadaannya kembali dapat menjadi pusat ibadah, pendidikan, dan aktivitas sosial masyarakat,” ujarnya.

Mahyeldi menilai semangat gotong royong yang lahir dalam proses pembangunan kembali masjid ter sebut menjadi bukti ketangguhan masyarakat Sumbar dalam menghadapi berbagai ujian.

“Ketika kebersamaan dan kepedulian berjalan beriringan, setiap musibah akan lebih mudah kita lalui. Inilah kekuatan masyarakat Sumatera Barat yang harus terus kita pelihara,” tuturnya.

Sementara itu Pembina Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra mengatakan pihaknya menyalurkan satu ekor sapi kurban di Paninggahan dan empat ekor lainnya ke nagari-nagari terdampak bencana di Kabupaten Solok sesuai kebutuhan yang disampaikan pemerintah daerah. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan amanah kurbannya melalui Dompet Dhuafa.

Musfi menegaskan, Dompet Dhuafa tidak hanya hadir pada momentum Iduladha, tetapi juga aktif dalam penanganan dan pemulihan pascabencana melalui layanan kesehatan, dapur umum, respons darurat, hingga program pemulihan ekonomi masyarakat. “Ke depan, insyaallah kami akan terus men dampingi masyarakat agar dapat bangkit dan kembali mandiri,” ujarnya. (adpsb/cen/bud)
 
Top