--> Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Eka Putra Pastikan Logistik dan Kesehatan Pengungsi Terjamin - Realita Kini


Realitakini.com TANAH DATAR 
– Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tanah Datar dalam beberapa hari terakhir memicu bencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah kecamatan. Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo, akibat luapan Sungai Batang Tampo pada Selasa malam.

​Dampak dari amukan aliran sungai yang berhulu di Gunung Sago tersebut mengakibatkan lima rumah warga hanyut terbawa arus, lima jembatan penghubung putus total, serta merusak sedikitnya 67 unit rumah warga lainnya. Tak hanya pemukiman, sektor pertanian juga lumpuh setelah ratusan hektare lahan persawahan warga dilaporkan rusak terjang banjir.

​Bupati Eka Putra Turun Langsung ke Lokasi
​Merespons cepat laporan bencana tersebut, Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM, langsung meninjau lokasi terdampak pada Rabu (13/5/2026). Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi oleh Anggota DPRD Tanah Datar Indra Gunalan, Kalaksa BPBD, serta jajaran kepala dinas terkait seperti PUPR, Perkim LH, dan Dinas Sosial.

​"Berdasarkan laporan wali nagari, banjir mengakibatkan kerusakan yang cukup masif. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan warga yang mengungsi dalam kondisi aman. Kebutuhan kesehatan dan makanan harus terjamin sepenuhnya," tegas Eka Putra di sela-sela peninjauannya di Nagari Taluak.

​Bupati menambahkan bahwa bencana ini merupakan yang pertama kalinya terjadi dalam skala sebesar ini selama masa jabatannya. Ia berencana akan melakukan investigasi hingga ke bagian hulu sungai di Gunung Sago untuk mencari tahu penyebab pasti luapan air yang begitu besar.

​Logistik dan Pendataan Kerusakan
​Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah menyalurkan bantuan logistik berupa bahan makanan mentah untuk memenuhi kebutuhan dapur umum dan para pengungsi. Bupati meminta perangkat nagari dan kecamatan untuk berkolaborasi dalam mengatur distribusi bantuan agar tepat sasaran.

​"Kami segera menurunkan tim teknis untuk mendata secara rinci seluruh kerusakan bangunan dan infrastruktur. Penanganan pascabencana harus dilakukan secara cepat melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat," tambahnya.

​Warga Terisolasi dan Siaga Pengungsian
​Wali Nagari Taluak, Pendi Aswil, mengungkapkan bahwa putusnya lima jembatan mengakibatkan sejumlah wilayah menjadi terisolasi. Akses transportasi warga kini terhambat total.

​"Warga yang rumahnya hanyut saat ini mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Namun, kami dari pemerintah nagari sudah menyiagakan Kantor Wali Nagari sebagai pusat pengungsian jika kondisi darurat berlanjut. Kami siaga 24 jam memantau situasi di lapangan," ujar Pendi.

​Selain Kecamatan Lintau Buo, bencana banjir dan longsor kali ini juga dilaporkan terjadi di beberapa kecamatan lain, termasuk Kecamatan Tanjung Emas, Padang Ganting, Lintau Buo Utara, dan Sungai Tarab. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Barat. (Mailis) 
 
Top