--> Nagari Tanjung Barulak Gelar Musnag, Bahas Perencanaan Pembangunan RKP 2027 dan DU RKP 2028. - Realita Kini


Realitakini.com BATIPUH 
– Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari (BPRN) Tanjung Barulak, Kecamatan Batipuh, kabupaten Tanah Datar menggelar Musyawarah Nagari (Musnag) pada Rabu (24/06/2026).

 Bertempat di aula kantor Wali Nagari setempat, Musnag ini digelar dalam rangka membahas dan menyepakati rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nagari Tahun 2027 serta Daftar Usulan (DU) RKP Tahun 2028.

​Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua BPRN Tanjung Barulak, Rusnadi, A.Md. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menyusun prioritas pembangunan nagari yang tepat sasaran.

​Turut hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, jajaran Forkopimca, Camat Batipuh, unsur BPRN, Kerapatan Adat Nagari (KAN), pendamping desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Bundo Kanduang, serta tamu undangan lainnya.

​Apresiasi Wali Nagari dan Penjaringan Aspirasi dari Jorong
​Wali Nagari Tanjung Barulak, Doni Afriko, A.Md, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPRN yang telah memfasilitasi dan menyelenggarakan Musnag ini dengan baik.

​Doni menjelaskan bahwa perencanaan pembangunan ini bergerak dari bawah (bottom-up). Melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tingkat jorong, masing-masing jorong telah menjaring aspirasi dan mengajukan usulan-usulan prioritas yang dibutuhkan oleh masyarakat di wilayahnya.

​Tantangan Anggaran: Efisiensi Dana Desa
​Di hadapan para peserta musyawarah, Wali Nagari juga memaparkan kondisi dan dinamika keuangan nagari dalam beberapa tahun terakhir.

hadapan para peserta musyawarah, Wali Nagari juga memaparkan kondisi dan dinamika keuangan nagari dalam beberapa tahun terakhir. Ia menjelaskan bahwa sumber dana Nagari Tanjung Barulak berasal dari dua jalur, yaitu Alokasi Dana Desa (ADD) yang ditransfer dari pusat, serta Alokasi Dana Nagari (ADN) yang ditransfer dari pihak kabupaten.

​Akibat adanya kebijakan efisiensi pada tahun 2025, anggaran transfer dari pusat yang semula berada di angka Rp1,1 miliar, kini yang masuk ke kas/rekening nagari hanya berkisar di angka Rp900 jutaan.

​"Jika pada tahun 2023 dan 2024 kondisi keuangan kita terbilang stabil, maka pada tahun 2025 terjadi efisiensi dana desa. Kita mengalami pengurangan dana transfer dari pusat untuk dana nagari sebesar kurang lebih 58 juta rupiah," ungkap Doni Afriko.

​Mengingat adanya keterbatasan anggaran tersebut, Wali Nagari mengajak seluruh pihak untuk lebih selektif dan bijak dalam menentukan skala prioritas pembangunan, sehingga anggaran yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat Nagari Tanjung Barulak.

​Musnag berlangsung dengan khidmat dan diisi dengan diskusi interaktif demi melahirkan kesepakatan bersama terkait arah pembangunan Nagari Tanjung Barulak ke depan. (MailisJ) 

 
Top