— Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat resmi menggelar seleksi cabang olahraga (cabor) biliar dalam rangka persiapan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan atlet wartawan dari berbagai kabupaten dan kota se-Sumatera Barat ini dipusatkan di 36 Pool Billiard and Cafe, kawasan Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota, pada Sabtu (13/6/2026).
Ajang seleksi ini menjadi bagian krusial dari proses penjaringan atlet potensial yang nantinya akan dilepas untuk mengharumkan nama Sumatera Barat pada Porwanas 2027 mendatang di Provinsi Lampung.
Mengedepankan Sportivitas dan Kebersamaan
Sejak babak awal dimulai, pertandingan berlangsung dalam suasana yang cukup kompetitif. Kendati persaingan di meja hijau terasa sengit, para peserta tetap mengedepankan nilai-nilai sportivitas serta semangat kebersamaan khas insan pers.
Pemilihan 36 Pool Billiard and Cafe sebagai venue utama bukan tanpa alasan. Rumah biliar yang berada di bawah naungan dan pembinaan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) setempat ini dinilai memiliki fasilitas yang sangat representatif untuk menggelar turnamen tingkat provinsi.
Acara pembukaan seleksi ini dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya:
Widya Navies (Ketua PWI Sumatera Barat)
Syaiful Husein (Ketua Seksi Wartawan Olahraga / SIWO PWI Sumbar)
Taufik Hidayatullah Ihsan (Ketua KONI Kabupaten Limapuluh Kota)
Perwakilan pengurus POBSI setempat.
Wadah Silaturahmi dan Penjaringan Atlet Terbaik
Dalam sambutannya, Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies, menekankan bahwa esensi dari kegiatan ini tidak semata-mata soal menang dan kalah. Ia berharap momentum ini dapat dijadikan sarana untuk mempererat hubungan antarsesama wartawan sekaligus mengasah kemampuan di bidang olahraga.
“Ajang ini bukan hanya untuk mencari atlet terbaik, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan wartawan,” ujar Widya.
Widya menjelaskan bahwa hasil akhir dari seleksi ini akan menjadi salah satu acuan dan dasar utama bagi PWI Sumbar dalam menentukan komposisi atlet yang akan dikirim ke Lampung. Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen 36 Pool Billiard and Cafe serta seluruh pihak yang ikut menyukseskan acara.
“Kami berharap atlet yang terpilih nantinya mampu menunjukkan prestasi, disiplin, dan kompetensi yang baik saat membawa nama Sumatera Barat di tingkat nasional,” tambahnya.
Skema Pemilihan dan Pembinaan Lanjutan
Di sisi teknis, Ketua SIWO PWI Sumbar, Syaiful Husein, menegaskan bahwa tim pemantau tidak hanya menilai kemampuan teknis atau skill menyodok bola, melainkan juga aspek kedisiplinan serta profesionalisme peserta sepanjang turnamen berlangsung.
Syaiful membeberkan bahwa dari seluruh peserta yang berpartisipasi, pihaknya mengantongi kuota terbatas untuk dikirim ke tingkat nasional.
“Kami akan merekomendasikan sekitar lima hingga enam atlet terbaik untuk diproyeksikan memperkuat kontingen Sumbar pada Porwanas mendatang. Namun, peserta yang terpilih nantinya tidak langsung berangkat begitu saja; mereka masih harus menjalani rangkaian pembinaan, evaluasi, hingga pemusatan latihan (TC) sebelum resmi ditetapkan sebagai tim inti Sumbar,” pungses Syaiful.
Dampak Positif bagi Olahraga Daerah
Sinergi ini mendapat respons positif dari Ketua KONI Kabupaten Limapuluh Kota, Taufik Hidayatullah Ihsan. Ia menyambut baik kepercayaan PWI Sumbar yang telah menunjuk wilayahnya sebagai tuan rumah seleksi. Menurut Taufik, kegiatan ini membawa dampak domino yang positif bagi iklim olahraga lokal.
“Kegiatan seperti ini turut mendorong peningkatan minat masyarakat terhadap olahraga biliar, sekaligus memberi stimulus positif bagi perkembangan olahraga prestasi secara umum di Kabupaten Limapuluh Kota,” kata Taufik.
Untuk menjaga akuntabilitas dan objektivitas hasil pertandingan, panitia melibatkan juri profesional dari unsur POBSI. Jalannya laga dipimpin langsung oleh dua wasit berpengalaman, yakni Kanak (POBSI Kota Payakumbuh) dan Nofriadi Kinoi (POBSI Kabupaten Limapuluh Kota), dengan menerapkan sistem perolehan poin ketat sebagai dasar penilaian performa peserta. (MJ)
Editor. RK
