Longsor Menutupi Jalan Utama, Warga Sewa Sampan Dan Perahu


Realitakini.com, ENDE 
Longsoran yang terjadi di wilayah Kabupaten  Ende, Khususnya arah Barat Kota Ende menuju Bajawa, Nagekeo dan Manggarai Raya wilayah Barat Propinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) menjadikan sampan dan perahu motor menjadi pilihan warga khususnya penumpang Bus dan Travel yang akan bepergian dari dan menuju ke Kota Ende melewati lokasi longsoran sejauh 150 meter lebih. 

Longsoran yang terjadi diDusun Ae Ba'i, Kecamatan Ende Utara Kabupaten Ende tepatnya di Km 2 ( dua ) tersebut. 

Warga yang bermukim disekitar daerah atau lokasi longsoran seperti warga Dusun Ae Ba'i, dan warga Desa Gheoghoma untuk menyewahkan Sampan dan Perahu motor miliknya untuk mengangkut penumpang melewati lokasi longsoran.

Kejadian tersebut membawa berkah ter sendiri bagi para nelayan di sekitar lokasi longsor.

Perahu milik para nelayan menjadi alat transportasi alternatif bagi penumpang yang akan keluar dan masuk ke Kabupaten Ende. Tarif yang dipatok berkisar Rp 10.000  hingga Rp 20.000 per penumpang. 

Oswaldus Mite salah seorang penumpang Travel dari Kabupaten Nagekeo  sabtu (10/4/21) mengatakan, banyak penumpang Travel dan Bus yang ingin melanjutkan perjalanannya baik ke Kota Ende maupun yang akan keluar Kota Ende, terpaksa menyewa sampan dan perahu motor milik warga setempat sebagai alat transportasi melalui laut untuk melintasi lokasi longsoran tersebut.

Safrudin, Salah seorang pemilik Sampan kepada RK, mengatakan, Ada penumpang Travel dan Bus meminta pihaknya untuk membantu menyebrangi mereka ( penumpang ) Travel dan Bus ke Ende dan keluar Ende, Maka kita membantu mereka. Kami diminta untuk membantu mereka menyebrangi areal longsoran melalui laut. Terpaksa kita gunakan sampan dan perahu motor yang ada untuk membantu mereka. Tarif yang dipatok atas kesepakatan ber sama antara kita dan calon penumpang. Hasilnya cukup lumayan buat kami. Selama ini karena badai kita tidak melaut jadi pendapatan kita juga tidak ada,” ujarnya.

Menurutnya, tarif per penumpang merupa kan kesepakatan bersama namun jika ada motor yang harus diangkut maka tarif di tambah menjadi Rp 100.000 per kendaraan dan itupun tergantung kesepakatan dengan penumpang kata, Safrudin.

Pantauan RK, dilokasi kejadian, Para penumpang yang akan menuju ke Kota Ende atau yang akan keluar dari Kota Ende harus berhenti di titik longsor lalu menuju ke pantai  yang ada persis di samping jalan raya yang tertimbun material longsor untuk bisa sampai ke bibir pantai dan melanjutkan perjalanan darat menuju Bajawa ke Kabupaten Nagekeo, dan ke Manggarai Raya bagian Barat Flores.

Dalam sekali angkut, perahu dan perahu motor milik nelayan bisa membawa 5 sampai 10 penumpang.

Hingga saat ini Akses jalan tersebut belum bisa dilalui kendaraan dan pihak PUPR sedang melakukan pembersihan lokasi longsoran tepatnya di KM 2 arah barat Kota Ende. Longsor susulan pun masih terjadi akibat getaran alat berat. Kondisi ini mem buat para petugas, operator dan aparat keamanan sangat berhati-hati memindah kan material longsoran tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas PUPR, Satker PJN Wilayah IV bersama Tim Teknis lainya sedang melakukan pekerjaan pembersihan Lokasi longsoran. NasanKua

Post a Comment

Previous Post Next Post