Kepala Distanhortbun Nuzirwan Lakukan Panen Perdana Jagung Betras 1

Realitakini.com--Pesisir Selatan
 Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Pesisir Selatan, Nuzirwan melakukan panen perdana Demplot Jagung Betras 1 di lahan Kelompok Tani Celung II Nagari Inderapura Tengah, Kecamatan Pancung Soal, Kamis (19/8) 

Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Pesisir Selatan, Nuzirwan mengatakan, dari ubinan yang diambil, diperoleh produksi 9,26 ton jagung pipilan per hektare. Hasil ini sangat bagus dibanding demplot yang pernah ada. 

"Mudah-mudahan sesuai visi dan misi Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar dan Wakil Bupati, Rudi Hariyansyah pengembangan tanaman jagung itu dapat berkontribusi positif untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Dikatakan, untuk meningkatkan ekonomi keluarga, maka petani diminta tidak terpaku dengan satu komodoti saja seperti padi, tetapi juga mengembangkan komoditi lain salah satunya jagung. 

"Soalnya, selain harga jagung sangat menjanjikan, tanaman ini juga mudah dirawat dan rendah biaya produksi. Kemudian perawatannya juga tidak terlalu sulit," ungkapnya.

Ia menyebutkan, masyarakat petani diminta mengolah lahan tidur agar tetap menjadi produktif. Lahan tidur muncul akibat kekeringan pada lahan sawah tadah hujan, tetapi bisa dimanfaatkan untuk tanaman jagung.

Dikatakan lebih lanjut, tanaman jagung bisa menjadi alternatif pada lahan tidur, terutama bekas sawah tadah hujan yang sudah mengalami kekeringan. "Jagung saat ini memiliki peluang pasar yang jelas dan kestabilan harga cukup terjamin. Ini dikarenakan tingkat permintaan jagung pipilan yang masih cukup tinggi,"  terangnya.

Menurutnya, jagung pipilan terutama sekali dibutuhkan untuk bahan makanan dan untuk pakan ternak, dan hingga kini tingkat permintaan pasar terhadap jagung masih cukup tinggi.

"Komoditi jagung merupakan salah satu produk tanaman pangan unggulan di Pesisir Selatan setelah padi.  Kita bertekad, Pesisir Selatan menjadi sentra jagung nomor satu di Sumbar. Hal itu, didasari potensi lahan yang tersedia dan kemauan para petani menggarap lahan untuk ditanami," katanya. (kmf/ Rk )

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama