Dalam Penanganan Bencana Di Perlukan SDM Yang Trampil

Realitakini.com-Padang 
“Sebagai daerah rawan bencana, aparatur pemerintahan dan stakeholder lainnya harus bertindak cepat, tepat, efektif, dan efisien, tidak hanya sewaktu terjadi bencana, tetapi juga saat pemulihan. Karena itu, diperlukan SDM yang terampil menangani pascabencana. Salah satunya SDM di bidang Jitu Pasna. Pemprov Sumbar saat ini mengembangkan Jitu Pasna yang lebih luas lagi, menyasar juga pada jurnalis,” ujar Kabid Rehab Rekon BPBD Sumbar, Suryadi Eviontri, saat Bimtek Jitu Pasna Sumbar di Hotel Imelda, Jumat (10/9/2021).

BPBD Provinsi Sumbar, ungkapnya, telah melaksanakan Bimbingan Teknis Jitu Pasna terhadap aparatur desa, lurah, nagari, jurnalis, tagana dan relawan sejak 2016 lalu. Bimtek per angkatan itu dilaksanakan selama 4 hari.

“Pemerintah terendah yakni desa lurah dan nagari memiliki fungsi penanggulangan bencana. Hingga sekarang Jitu Pasna telah menyentuh seluruh pihak. Sudah angkatan ke-42. Melibatkan 960 lebih desa nagari dan lurah di Sumbar. Jitu Pasna bukan tim evakuasi. Tapi terkait sumber data pascabencana,” tegasnya.

Suryadi menambahkan, Jitu Pasna sangat penting. Jangan sampai aparatur negara yang ditunjuk sebagai PPK dan KPA mengurus korban bencana, tetapi justru terseret ke ranah hukum. Hal ini terjadi karena tidak adanya keakurasian data dimulai dari awal terjadinya bencana.

“Sudah banyak yang terseret ke ranah hukum terkait data yang tidak akurat dan tumpah tindih. Begitulah beratnya ancaman terhadap tenaga fasilitator dan petugas lainnya di lapangan dalam menghimpun data. Mereka juga kerap diancam oleh masyarakat dan pejabat untuk memasukkan data korban bencana yang kurang dan tidak patut memperoleh bantuan,” ungkapnya.

Karena itu, pengkajian data kebutuhan pascabencana harus tersimpan dengan baik agar dapat mengelola bencana dengan baik. “Dengan adanya Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitu Pasna), mereka tahu siapa yang layak dapat bantuan,” ungkapnya.(*Rk)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama