Catatan Dari Silaturrachmi Dan Acara Makan Siang Di Vihara Saddhapala Indonesia

Realitakini.com-Jakarta 
Untuk kedua kalinya Tim GMRI (Gerakan Rekonsiliasi Indonesi) dijamu makan siang oleh  Bhikkhu Dhammakaro Mahathera di Vihara Saddhapala Indonesia,Jl. Bojong Indah Raya No.19A, RT.1/RW.7, Rw. Buaya,  Jakarta Barat, Senin, 7 Maret 2022.

Jamuan makan siang pertama sajian Banthe Dhammakaro Mahathera pada Kamis,  28 Oktober 2021 silam itu pun,menunya seperti suguhan untuk para raja, tak kurang dari 32 item menu yang disajikan.
Demikian kata pemimpin spiritual Indonesia, Eko Sriyanto Galgendu ketika itu, mengungkapkan rasa takjub serta takzimnya seperti saat silaturrachmi pada hari Senin, 7 Maret 2022.

Rika Fitri dari Pewarna (Persatuan Wartawa Nasrani Indonesia) ikut  berkenan bersama Tim GMRI untuk memastikan dukungan penuh dari Banthe Dhammakaro Mahathera pelaksanaan Diskusi Spiritual Dari Pandangan Beragam Agama di Indonesia pada hari Jum'at, 11 Maret 2022 pukul 14.00 hingga selesai di Masjid Besar Istiqlal, Jakarta.

Eko Sriyanto Galgendu selaku Ketua Pengarah untuk acara tersebut sudah oke, hingga persiapan teknis sudah tidak ada masalah.Dia juga menginformasikan bila Kardinal Besar Profesor Ignatius Suharjo telah menunjuk wakilnya dari agama Katholik, karena Kardinal sedang mempersiapkan pertemuan Agung para Uskup se Asia.

Panitia pelaksana Diskusi Lintas Agama di Masjid Besar Isriqlal pada ba'da Jum'at 11 Maret 2022 ini dilaksanakan GMRI bersama Pewarna dengan dukungan Vihara Saddhapala Indonesia dan sejumlah pihak yang mendambakan suasana sejak dan kerukunan di Indonesia yang terkesan cenderung  me manas menyongsong Pilkada maupun Pilpres tahun 2024.

Kecuali itu, kegamangan warga masyarakat dari beban hidup yang semakin berat akibat naiknya harga kebutuhan pokok dan riapnya beragam bencana alam yang melanda, mulai dari gempa bumi, tanah longsor, bajir hingga angin ribut yang sempat  membuat warga Jakarta dan sekitarnya, mencekam dan terperangah, perlu kiranya diredakan secara bersama dalam tatanan kerukunan yang harmonis dari manusia untuk kemudian bertutur sapa dengan alam  secara lebih ramah dan lebih beradab.

Karena pangkal soal dari semua kerusakan yang ada di bumi maupun dalam penataan bangsa negara yang kacau hingga menimbulkan keresahan dan kecemasan serta kekhawatiran secara umum di negeri kita adalah terabainya etika, moral dan akhkak hingga membenarkan segala cara untuk memperoleh atau memenangkan suatu kompetisi secara tak sehat, atau tidak beradab  karena semakin menjauhi nilai -nilai spiritual yang ada pada setiap ajaran dan tuntunan agama langit maupun agama bumi.

Acara silaturrachmi bersama Banthe Dhammakaro Mahathera juga sepakat untuk mengadakan acara spesial menyambut bulan Ramadhan 1443 Hijriyah dalam model safari keliling, secara bergilir di semua pusat ibadhah, termasuk di Katedral dan Vuhara, Gereja serta Masjid  yang ada di Ineonesia.

Program serupa ini akan dinitori oleh GMRI dan Forum Lintas Agama untuk meperkuat jalinan per saudara antar umat yang dapat menjadi potensi dan energi bangsa dan negara  Indonesia dalam mem bangun dan mengidolakan sebagai pusat peradaban dunia di masa depan.

Topik diskusi bersama Banthe Dhammakaro Mahatgera pun sampai pada hasrat memberi sumbangan pemikiran untuk memboboti essensi pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia dari Jakarta ke Penajam, Kalimantan Timur. Karena menurut Banthe, nilai-nilai spiritual yang akan ditinggalkan IKN di Jakarta, dan nilai-nilai spiritual yang kelak hendak dikenakan di IKN Penajam itu nanti perlu persiap an dan menjadi kelengkapannya agar bisa mendatangkan banyak berkah, bukan malapetaka bagi bangsa dan negara Indonesia, sesudah pindahnya IKN itu nanti. Apalagi imbuh Eko Sriyanto Galgendu  kelak IKN itu pun akan menggunakan nama Nusantara yang tidak sederhana artinya.(Jacob Erast




Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama