Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam tahun 2025 tercatat masih berjumlah 192 orang, sama seperti pembaruan data pada Kamis (11/12). Hingga kini, tidak ditemukan penambahan korban dalam proses pencarian yang terus berlangsung di tiga kecamatan terdampak.
Dari total korban meninggal, 27 di antaranya belum teridentifikasi. Kecamatan Palembayan tercatat se bagai wilayah dengan jumlah korban meninggal tertinggi, yakni 142 orang, disusul Malalak 14 orang, Tanjung Raya 10 orang, serta masing-masing 1 orang di Kecamatan Matur, Palupuah, dan Ampek Nagari.
Sementara itu, 72 warga masih dinyatakan hilang. Rinciannya, 66 orang dari Kecamatan Palembayan, 3 orang dari Malalak, 1 orang dari Lubuk Basung, dan 3 orang dari Tanjung Raya. Upaya pencarian masih terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan, termasuk menggunakan alat berat dengan penyisiran di berbagai titik prioritas.
Kepala Dinas Kominfo Agam, Roza Syafridianti, menjelaskan bahwa data korban terdampak masih sangat dinamis seiring proses pencarian yang terus dilakukan di tiga kecamatan utama, yaitu Palembayan,malalak dan Tanjung Raya.
Informasi yang didapat awak Realitakini.com Jum'at (12/12) Dari total 192 korban yang ditemukan, mayoritas telah dimakamkan dengan layak. Termasuk 29 jenazah tanpa identitas, yang dikebumikan di dua lokasi: TPU Bungus di Padang dan TPU Pemkab Agam di Kampuang Baru, Sungai Jariang, Lubuk Basung. Sementara sisanya dimakamkan langsung oleh pihak keluarga dan kerabat masing-masing.
Bencana hidrometeorologi ini telah menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Agam. Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait terus berupaya maksimal dalam penanganan darurat, pencarian korban hilang, hingga pemenuhan kebutuhan bagi warga yang terdampak.(Bagindo)
Tags:
Agam
