--> Warga Panik, Galodo Ancam Tanjung Raya Disiang Bolong - Realita Kini

Realitakini.com-Agam, 
Siang itu langit Maninjau membentang cerah, seolah tak menyimpan firasat apa pun. Matahari berdiri tegak di atas Simpang Muaro Pisang, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. 

Namun ketenangan semesta tiba-tiba runtuh ketika Sungai Pisang menunjukkan wajah lain dari alam yang tak pernah sepenuhnya bisa ditebak.Sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa (23/12), debit air sungai mendadak meningkat drastis. 

Aliran yang semula jinak berubah menjadi deras, membawa campuran air, lumpur, batu, dan material alam lainnya. Warga yang berada di sekitar bantaran sungai sontak dikejutkan bukan oleh hujan, melainkan oleh kekuatan sunyi yang datang tanpa aba-aba.

“Airnya tiba-tiba naik dengan membawa lumpur bercamur baru dan Kayo gelondongan sisa bencana Hidrometeorologi beberapa Minggu lalu.

Tidak hujan, tapi arusnya kuat dan keruh, bercampur lumpur,” ujar seorang warga sekitar pada Reakita kini.com dengan nada cemas.Fenomena ganjil di bawah langit cerah itu diduga kuat sebagai dampak longsor susulan di kawasan Kelok 28, jalur vital penghubung Lubuk Basung–Bukittinggi. 

Longsoran di hulu diyakini memicu limpasan material ke aliran Sungai Pisang, mengalir deras hingga ke kawasan pemukiman.Sebagai langkah antisipasi, jalan lintas Lubuk Basung–Bukittinggi sempat ditutup sementara. 

Beruntung kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa dan materi namun kekhawatiran akan longsor lanjutan memaksa aparat dan warga untuk waspada, menahan laju kendaraan demi keselamatan ber sama. Tak lama berselang, setelah dilakukan pemantauan dan penanganan awal, arus lalu lintas kembali dibuka.

“Alat berat sudah bekerja di lokasi, Jalan kini sudah bisa dilewati kembali,” tambah warga saat dikonfirmasi Realitakini.com.Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa alam memiliki bahasa sendiri kadang lembut, kadang mengguncang tanpa suara peringatan. 

Di tengah masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi yang masih berlangsung di Kabupaten Agam, kejadian di Sungai Pisang menjadi sinyal bahwa kewaspadaan tidak boleh surut, bahkan ketika langit terlihat ramah.

Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya bagi warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai dan kawasan rawan longsor. 

Kejadian ini dibenarkan Kasi PMN Kecamatan Tanjung Raya, Randi Permana Putra, ST, MT, yang didampingi stafnya Evi Yuliendra saat dikonfirmasi Realitakini.com by phon Selasa (23/13) setelah beberapa waktu peristiwa galodo kecil itu terjadi.

Warga sekitar dan para pengguna jalan diminta selalu berhati hati dan waspada saat berada dan melintas karena di balik cerahnya langit, alam masih menyimpan cerita yang bisa berubah kapan saja.(Bagindo)
 
Top