--> Resmikan Lab Sosial Akpol, Komjen Dedi Prasetyo Tekankan Pentingnya Literasi bagi Taruna - Realita Kini

Realitakini.com Semarang 
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melakukan lompatan besar dalam mereformasi dunia pendidikan kepolisian. Pada Senin (30/3), Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo secara resmi memimpin prosesi groundbreaking pembangunan 

Laboratorium Sosial Sains Kepolisian yang berlokasi di lingkungan Perpustakaan Akademi Kepolisian (Akpol), Lemdiklat Polri, Semarang.
​Pembangunan fasilitas ini menandai pergeseran paradigma Polri dari pola kerja reaktif menuju pendekatan yang lebih proaktif, reflektif, dan berbasis ilmu pengetahuan (knowledge-based policing).

​Transformasi Pendidikan Taruna: Melampaui Intuisi
​Dalam sambutannya, Komjen Pol. Dedi Prasetyo menekankan bahwa tantangan keamanan modern tidak lagi bisa dihadapi hanya dengan mengandalkan intuisi emosional. Lulusan Akpol masa depan dituntut memiliki landasan literasi dan analisis data yang tajam.

​"Polisi masa depan tidak boleh hanya bekerja berdasarkan intuisi. Setiap tindakan harus didasarkan pada riset yang mendalam. Laboratorium ini memastikan lulusan Akpol memiliki landasan filosofis, pedagogis, dan literasi yang kuat sebelum terjun ke lapangan," tegas Wakapolri.

​Tiga Fungsi Strategis Laboratorium
​Laboratorium ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat integrasi antara teori akademik dan realitas sosial. Menurut Prof. Dr. Rodiyah Tangwun, Guru Besar FH UNNES yang turut hadir, fasilitas ini akan mengusung pembelajaran reflektif melalui tiga pilar utama:
​Analisis Realitas Sosial: Menjadi ruang belajar berbasis fakta di mana taruna mengasah solusi atas dinamika masyarakat yang kompleks.
​Keseimbangan Akademik-Praktik: Menjamin kualitas pendidikan yang tidak hanya kuat di ruang kelas, tetapi juga adaptif di lapangan.
​Kolaborasi Inklusif: Menjadikan masyarakat sebagai mitra integral dalam proses pembelajaran dan penelitian kepolisian.

​Melalui ekosistem baru ini, Polri menargetkan lahirnya perwira yang memiliki kecerdasan holistik. Beberapa dampak signifikan yang diharapkan meliputi:
​Penguatan Integritas: Membangun komitmen moral yang lebih kokoh melalui pemahaman mendalam tentang sosiologi masyarakat.
​Keterampilan Adaptif: Kemampuan prediksi terhadap potensi gangguan keamanan berdasarkan data dan dinamika sosial.
​Kepemimpinan Solutif: Mencetak pemimpin lapangan yang mampu memberikan solusi berbasis bukti (evidence-based).

​Sinergi dengan Dunia Akademik
​Peresmian ini juga dihadiri oleh Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri, jajaran Lemdiklat Polri, serta pimpinan berbagai perguruan tinggi nasional. Kehadiran para akademisi ini mempertegas komitmen Polri untuk membangun ekosistem keilmuan kepolisian yang terbuka dan kolaboratif.

​Langkah ini diharapkan menjadi tonggak sejarah bagi Polri dalam bertransformasi menjadi institusi yang modern, profesional, dan terpercaya, yang senantiasa menempatkan ilmu pengetahuan sebagai kompas dalam melayani masyarakat. (MJ) 
 
Top